Home » Rabu, 06 Februari 2013

Call Center 110 polri

Posted by senkom tangerang

 
Layanan ini gratis dan bisa diakses dari segala nomor telepon baik fixed phone dan celular phone.
Polri berobsesi untuk melayani masyarakat dengan all out. Salah satu terobosan yang dilakukan adalah meluncurkan call center 110 yang selama ini mati suri. Layanan ini akan beroperasi selama 7/24 jam.

Peluncuran call center ini dilakukan disela-sela Rapim Polri di STIK, Jakarta oleh Wakapolri Komjen Nanan Soekarna didampingi sejumlah pejabat utama Polri dan pimpinan Telkom.


"Kita selama ini memang kesulitan karena layanan 112 dan 110 kita (yang mati suri). Kini kita bekerjasama dengan Telkom mencoba untuk memaksimalkan sarana yang ada dengan menghidupkan kembali  call center Polri, khususnya di 110," kata Nanan disela-sela peluncuran.


Lebih lanjut Nanan mengatakan, layanan ini gratis dan bisa diakses dari segala nomor telepon baik fixed phone dan celular phone.


"Masyarakat gratis dan tinggal Polri duduk bersama Telkom untuk membicarakan (biaya yang muncul). Inikan juga untuk negara. Untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat sesusai harapan. Layanan ini bisa dibuat emergeny call segala hal yang perlu dilaporkan ke polisi," beber Nanan.


Mekanismenya adalah setiap penelepon yang menekan nomor 110 dari seluruh Indoneisa akan otomatis tersambung dengan  call center yang berada di Gedung City Walk, Jakarta Pusat. Ada 100 orang operator sipil yang standby di sana yang bekerja secara bergantian.


Dari sini, setiap identitas penelepon yang masuk akan dicatat secara detil termasuk keluhannya. Lalu laporan itu diteruskan ke Polres yang berada di sekitar lokasi kejadian, untuk kemudian Polres yang melanjutkan ke Polsek-Polsek. Call center ini juga akan terus memantau penyelesaian laporan masyarakat itu.


"Tolong jangan dibuat main-main. Semuanya akan terdata dan kita bisa lacak. Layanan ini punya publik maka harus dijaga. Akan kita proses (bagi yang main-main)," tegas Nanan.


Tapi apakah ada jaminan laporan ke nomor 110 akan cepat ditindaklanjuti mengingat luasnya wilayah Indonesia? Nanan menjawab,"Untuk itu kita siapkan. Tanggungjawab ada di Kapolda dan Kapolres. Kalau tidak memberikan layanan  akan kita ganti (pejabatnya), akan kita tegur."


Dengan adanya mekanisme pengaduan yang jelas alurnya ini, Nanan menambahkan, maka jika ada pembiaran dan pengabaian laporan masyarakat oleh petugas di lapangan, maka akan semakin jelas siapa yang harus bertanggungjawab.


"Jadi akan keliatan, apakah kepala atau anak buahnya yang tanggungjawab," tegasnya dan menambahkan jika sarana ini juga pararel dengan upaya Polri untuk menempatkan program satu polisi di setiap  78 ribu desa.

Category

Related Posts

Tidak ada komentar:

Leave a Reply

Copyright © 2012, senkom kabupaten tangerang Allrights Reserved - Magazine World Theme - Designed by SENKOM TANGERANG